gunginblog

KETERBUKAAN

Posted on: January 30, 2011

KETERBUKAAN

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa,ras, agama, dan budaya.Diman keragaman yang dimiliki Bangsa Indonesia merupakan suatu kekayaan alam dan budaya yang potensial dan dapat jadi modal dasar dalam pembangunan.Perbedaan itu juga dapat menimbulkan perpecahan dan muncul perbedaan pendapat.Untuk dapat mengantisipasi nya perpecahan maka kerukunan harus ditanamkan dan dipelihara dengan baik.Kata kerukunan berasal dari kata” rukun” yang artinya: baik dan damai.Tujuan utama dari kerukunan adalah agar manusia dapat hidup berdampingan untuk memperoleh ketentraman juga kedamaian.

Kerukunan antar umat beragama memiliki makna saling mengakui dan menghargai keberadaan,harkat, dan martabat pemeluk agama,serta penganut kepercayaan terhadap tuhan Yang Maha Esa,sehingga terbina keadaan yang mencerminkan saling pengertiaan dan tercipta kedamaian.

Keberagaman agama di Indonesia dijamin dan dilindungi dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 2 dengan bunyi: “Negara menjamin kemerdekaan tiap – tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing – masing dan untuk beribadat menurut agamanya  dan kepercayaannya itu”.Di Indonesia berkembang berbagai macam agama,seeperti Islam,Hindu,Kristen Katolik,Kristen Protestan,Budha,serta masih banyak aliran kepercayaan lainnya.Dengan adanya berbagai agama dan aliranya kepercayaan,sudah sepatutnya di antara pemeluk agama dan kepercayaan tersebut berupaya membina kerukunan,dengan saling menghargai,saling menghormati satu sama lainnya.Namun yang perlu dihindari adalah rasa Fanatisme yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang dapat mengganggu kesetabilan kehidupan seseorang,bangsa dan negara.Karna hal ini dapat menimbulkan konflik maka dari persatuaan dan kesatuan bangsa ini akan hancur.

Sebagai bangsa yang majemuk,maka tri kerukunan hidup beragama sangat perlu dilaksanakan.Tri Kerukunan beragama terdiri dari :

  1. Menjaga kerukunan intern umat beragama ,yaitu kerukunan hidup dari masyarakat intern                                                                                                            umat bergama,yakni kerukunan hidup dari masyarakat yang seagama.
  2. Menjaga kerukunan antar umat beragama,yaitu menghormati dan menghargai penganut agama yang berbeda.
  3. Menjaga kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah,yaitu sebagai umat yang taat terhadap ajaran agama dan sekaligus sebagai warga negara yang baik.

 

Untuk dapat mempertahankan kesatuan dan persatuaan bangsa, maka penganut agama dan aliran kepercayaan yang berbeda itu berkewajiban saling menghargai dan saling menghormati.sikap hormat menghormati antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan di Indonesia telah di kembangkan sejak zaman Majapahit,yang tersurat dalam kitab sotasoma karya Mpu Tantular “Bhineka tunggal ika tan hana dharma mangrwa”. Sikap menghormati terhadap pemeluk agama lain mutlak diperlukan dalam kehidupan masyarakay untuk mencapai hidup rukun dan damai, serta persaudaraan sehingga tercipta persatuan dan kesatuaan bangsa.

Menciptakan kerukunan hidup beragama dalam kehidupan sehari – hari sangat perlu dilakukan, mengingat kita hidup dalam keberagaman agama.Salah satu moment yang dipakai untuk membina kerukunan hidup beragama adalah perayaan hari suci keagamaan. Setiap agama yang berkembang di Indonesia memiliki hari suci keagamaan seperti :

  1. Hari suci agama Islam : Idul fitri,Idul adha, dan lain nya.
  2. Hari suci agama hindu : Galungan,kuningan,saraswati,nyepi, dan lain nya.
  3. Hari raya pantekosta.
  4. Hari raya kristen dan katolik : Hari natal,paskah,dan lain nya.
  5. Hari raya agama Budha : Hari raya waisak,hari asadha, dan lain nya.

Makna perayaan hari – hari suci keagamaan bagi pemeluknya m erupakan kejadian yang sangat baik untuk semakin menyegarkan kesadaran umat dalam menghadapi tantangan hidup serta mengandung pelajaran tuntutan sikap perbuatan yang luhur bagi kemanusiaan.Secara umum makna dari peringatan agama hari –hari besar keagamaan bagi pemeluk- pemeluknya adalah :

  1. Mempertebal keimanan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dengan mematuhi perintah –perintahnya dan menjauhi segala larangan nya.
  3. Menumbuhkan sikap toleransi atau saling hormat – menghormati antar umat beragama.
  4. Menumbuhkan sikap ramah, kasih sayang serta menjauhkan dari sifat dengki dan bermusuhan.
  5. Mewujudkan kerukunan antar umat beragama sehingga terbina persatuan dan kesatuan bangsa.

Kerukunan tidak hanya diarahkan kepada kehidupan beragama,namun  diarahkan disegala pergaulan hidup lainnya, seperti dirumah tangga ( keluarga ), di sekolah atau di masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KETERBUKAAN

Keterbukaan berarti memberi peluang luar untuk masuk dan menerima berbagai hal untuk masuk,baik itu dibidang ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan ,idiologi, paham,dan aliran, ataupun ekonomi.Terbuka menerima keritik, saran dan pendapat orang lain dalam pergaulan.Keterbukaan dapat juga diartikan sebagia keadaan yang memungkinkan ketersediaan informasi yang dapat yang dapat diberikan dan didapatkan oleh masyarakat luas.Dengan keterbukaan berarti seseorang peribadi atau pemerintah atau penyelenggara negara sanggup bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilakukannya kepada masyarakat.Suasana keterbukaan juga dimaksud sebagai keterbukaan dalam berbagai bidang kehidupan ,antara lain dalam iklim politik,yakni setiap warga negara berhak mengemukakan pendapatnya  sejauh tidak bertentangan dengan semangat Pancasila dan Undang –undang Dasra 1945.Keterbukaan tersebut juga memiliki batas – batas,karena tidak semua hal dapat diungkapkan secara fulgar kepada publik,contoh tentang pornografi  yang tidak boleh dipublikasikan.

Keterbukaan sangat penting dalam berkomunikasi.Sikap keterbukaan diantara kita akan dapat melancarkan informasi dan pada akhirnya akan dapat melancarkan informasi dan pada akhirnya akan dapat memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa.Sikap keterbukaan juga akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Budi pekerti dalam hubungannya dengan penerapan sikap berbudi pekerti luhur,salah satu sasarannya adalah membangun dan menumbuh kembangkan individu – individu yang berjiwa demokratis.Secara umum fungsi keterbukaan adalah:

  1. Akan memperoleh berbagai informasi sehingga dapat memperkaya pengetahuan.
  2. Dapat meningkatkan sumber daya manusia.
  3. Mampu memberikan,menularkan informasi mengenai hal –hal yang bersifat dapat memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa.
  4. Mampu menghalau dan mengantisipasi pihak – pihak yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
  5. Memungkinkan adanya kebiasaan berdialog,baik antar suku bangsa,golongan, aliran, maupun agama.
  6. Dapat membentuk forum permusyawaratan baik antar suku bangsa,golongan ,aliran,maupun agama.
  7. Menghindarkan diri dari fitnah dan berprasangka negatif.

Sikap terbuka dalam kehidupan perlu ditumbuh kembangkan,mulai dari keluarga,masyarakat dan negara.Adapun ciri – ciri keterbukaan dalam kehidupan sehari –hari adalah sebagai berikut :

  1. Demokratis
  2. Berkeadilan
  3. Musyawarah dan mufakat
  4. Berpikir luas dengan hati yang terbuka
  5. Berani mengakui kesalahan

Perwujudan sikap terbuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dilakukan dengan:

  1. Kehidupan yang  demokratis
  2. Kehidupan masyarakat yang madani
  3. Kebiasaan berdialog dan bermusyawarah
  4. Bekerja sama
  5. Toleransi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Author

Caledar

January 2011
M T W T F S S
« Dec    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d bloggers like this: